Alkitab Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

SEORANG PEMIMPIN KRISTEN


1 Timotius 3 : 1 – 7

a. Persyaratan SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

Saudara-saudara, persyaratan dalam pemilihan seseorang yang melayani di tengah-tengah gereja lebih menitik beratkan persyaratan moral/rohani. Kenapa? Karena memang pelayanan di dalam gereja ditentukan apakah seseorang itu mempunyai karakter hidup sebagai orang yang mengusahakan diri untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. Tidak terbayangkan kalau seseorang pelayan justru tidak mempunyai moral/rohani yang baik, akan kemanakah gereja dibawa?

Paulus memaparkan beberapa hal yang menyangkut moral, di antaranya:

“seorang yang tak bercacat” (ay. 2). Kita harus hati-hati untuk memahami kata “tidak bercacat”. Kata itu tidaklah memaksudkan seseorang yang dipilih itu sebagai orang yang tidak berdosa. Tetapi mempunyai karakter diri yang terjaga, sehingga tidak ada peluang bagi orang lain untuk mempersalahkannya. “Tidak bercacat” mengindikasikan seseorang yang hidup dalam karakter diri yang dapat dipercaya, yang dengan setia hidup sesuai dengan firman Tuhan di dalam ketulusan. Sehingga ketika dia berbuat sesuatu maka semuanya dilakukan dalam kerangka mengasihi Allah.

“Ia harus suami dari satu istri” (ay. 2). Ada tiga pencobaan dalam kehidupan kerohanian yang sering membuat orang jatuh dalam dosa, yaitu 3 TA: harTA, waniTA, dan takhTA. Dan kesetiaan dalam keluarga adalah gambaran seseorang tampil sebagai orang yang juga setia dalam kehidupan di luar rumah. Orang yang menghargai istri dan keluarga menjadi persyaratan penting dalam memilih seseorang yang menjadi penilik jemaat. “Suami dari satu satu istri” menghunjuk kepada kekudusan kehidupan rumah tangga, orang yang memegang teguh komitmen, walaupun begitu banyak pencobaan di tengah-tengah kehidupannya. Dan itulah yang membedakannya dengan orang lain.
“Dapat menahan diri”. Menahan diri dipusatkan kepada kestabilan dan keseimbangan jiwa. Orang yang tidak dapat menahan diri pasti akan kebablasan, tidak mampu menguasai dirinya karena sesuatu yang membuat ia marah. Maka, orang yang dapat menahan diri, setiap perkataan, tingkah lakunya adalah hasil dari usaha pengendalian egoisme. Dia akan hidup dengan disiplin dan bertanggungjawab.

“Bukan peminum, pemarah, apalagi hamba uang”. Seorang peminum yang tidak dapat melepaskan diri dari kecanduannya, tidak dimungkinkan untuk dapat menjadi seorang pemimpin.

Pemarah, bukan berarti tidak boleh marah, tetapi orang yang suka marah. Orang yang suka marah pastilah mencerminkan hati. “Hamba uang”. Namanya saja sudah hamba uang, maka yang menjadi tuan adalah uang, dan dirinya adalah hamba. Ini menjadi sorotan rasul Paulus dalam surat ini. Dia mengatakan, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Tim.6:10). Dalam PL dan juga PB, orang yang mengabdikan diri kepada uang, itu adalah ciri-ciri dari nabi palsu, pengajar-pengajar palsu, guru-guru palsu (lih. 1 Tim.6:5 “percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan”). Apa yang membedakan pelayanan (panggilan) dan pekerjaan? Panggilan dilakukan sebagai tugas yang tidak mendasarkan pada uang, tetapi pekerjaan biasanya dihubungkan dengan uang. Bekerja bila ada uang, bila tidak ada uang maka tidak bekerja.

Dan yang terakhir dalam poin ini adalah kehidupannya pun harus telah menjadi kesaksian yang baik di luar jemaat supaya pelayanan keseluruhan jemaat tidak tercemar karena reputasi penilik jemaat yang cacat (ay. 7). Syarat yang dituntut adalah ia harus mempunyai nama baik di luar jemaat. Melalui syarat ini, Paulus mengingat bahwa dunia sedang memperhatikan kehidupan orang Kristen. Rasul Paulus berharap agar dalam kehidupan sehari-hari mereka bersikap bijaksana sehingga keberadaan mereka sebagai umat Allah dapat dihargai dan dihormati, tidak digugat orang dan tidak jatuh dalam jebakan Iblis. Jadi, baik di dalam maupun di luar gereja, mereka harus hidup tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

b. Memiliki sifat-sifat positif

“Bijaksana”. Sifat bijaksana ini menggambarkan seseorang yang dapat dipercaya dan dapat memberikan pertimbangan yang tepat, tidak skeptic (kurang percaya). Kemampuan seorang pemimpin dapat dilihat dari langkah-langkah yang diambil saat menghadapi situasi genting atau di luar kendali. Dari sanalah teruji kapasitas yang sesungguhnya dari pemimpin tersebut.

Ia juga harus bersikap sopan. Kata ini mengacu pada suatu sikap yang teratur dan menghargai diri sendiri. Kata ini menggambarkan seseorang yang menampilkan suatu sikap yang teratur sebagai refleksi dari kestabilan dalam jiwanya.

Ia juga harus seorang yang suka memberi tumpangan (Yunani “philoxenos”. Kata ini berasal dari dua kata, yaitu “philos” berarti “teman” dan “xenos” berarti “orang asing”). Secara bebas dapat diterjemahkan dengan “mengasihi orang asing”, “suka memberi tumpangan”. Pada masa itu, setiap orang yang memberitakan firman Tuhan biasanya menumpang di rumah-rumah dimana pemberitaan dilakukan. Karena, bantuan memberikan tumpangan sangat dibutuhkan. (Matius 25:40)

Cakap mengajar orang. Kata ini di fokuskan pada kemampuan dalam mengajar dan tentu baik secara intelektual untuk menyampaikan firman Tuhan. Syarat ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin rohani membutuhkan kemampuan, baik untuk menjelaskan ajaran tentang iman maupun untuk mencegah atau menegur kesalahan. Peramah dan pendamai. Bukan suka berdebat, berselisih dan berkelahi. Dan terakhir adalah ia juga telah membuktikan kepemimpinannya di dalam keluarganya sendiri (ay. 4-5) supaya ia betul-betul dapat menjadi pemimpin jemaat, yaitu keluarga Allah.

c. Memiliki kedewasaan rohani
Rasul Paulus menyebutkan dengan bukan seorang yang baru bertobat (ay. 6). Seorang penilik Jemaat bukanlah seorang yang baru bertobat. Janganlah seseorang yang baru mengenal jalan Tuhan langsung diangkat menjadi penilik untuk memimpin suatu jemaat, baiklah ia belajar dulu akan firman Tuhan yang sesungguhnya agar ia tidak menjadi angkuh maupun sombong, karena itu akan membawa dia lupa diri akan tugas yang diemban.

TUHAN MEMBERKATI


( Pdm David Oktavianus Subagio Hardjawinata )

Senin, 13 Desember 2010

KORUPSI DALAM GEREJA


Dalam dunia kekristenan, topik tentang Gereja adalah salah satu hal yang menarik untuk dibahas. Menarik karena banyak hal yang bisa kita pelajari dan kali ini topik yang akan dibahas mengenai praktik korupsi di dalam gereja. Mungkin ada diantara Anda yang bertanya, “Memang di dalam rumah Tuhan bisa terjadi hal tersebut? Kalaupun ada, siapa yang melakukannya dan seperti apa modus operasinya? Bagaimana kita umat Tuhan harus bersikap ketika melihat praktik korupsi di dalam Gereja?

Sebelum dibahas lebih lanjut, saya ingin mengatakan bahwa topik ini bukanlah untuk menjelek-jelekkan Gereja yang ada sekarang atau pun membuat orang-orang Kristiani menjadi anti Gereja, tetapi murni untuk menyadarkan kita semua tentang fakta yang terjadi di tengah-tengah umat Allah dan bagaimana solusi agar praktik korupsi tidak berakar dalam kehidupan orang-orang percaya.

Sebenarnya Alkitab sendiri pernah mencatat tentang praktik korupsi di dalam Gereja. Diantara beberapa kejadian yang tertulis tersebut, saya angkat mengangkat peristiwa tentang dua orang imam muda bernama Hofni dan Pinehas.

Hofni dan Pinehas adalah anak-anak dari Imam Eli yang bertugas di dalam Bait Allah waktu itu. Sebagai pelayan Tuhan, mereka menyalahgunakan jabatan yang ada. Setiap kali ada seseorang mempersembahkan korban sembelihan, mereka seringkali mengambil bagian yang bukan menjadi haknya. Bahkan, luar biasa jahatnya Hofni dan Pinehas tidak jarang memaksa orang yang membawa korban menyerahkan terlebih dahulu kepada mereka sebelum dibakar. Maksud kedua orang ini adalah tidak lain agar bisa menyantap terlebih dahulu bagian daging yang terbaik, dan lalu mempersembahkan sisa daging ke Tuhan.

Praktik korupsi ini diketahui oleh ayahnya, Imam Eli. Hanya karena Hofni dan Pinehas adalah darah dagingnya, Imam Eli tidak pernah benar-benar menegur keduanya. Bahkan lebih terlihat bahwa Imam Eli lebih takut kehilangan anak-anaknya, daripada kehilangan Allah. Seperti yang kita tahu bersama, akhir hidup ayah dan anak-anaknya dicatat di Alkitab sangatlah tragis.

Bila kita melihat kehidupan Gereja sekarang, praktik korupsi sebenarnya masih dapat ditemui sekarang. Mungkin bukan gembala Gereja yang melakukannya, tetapi bisa jadi para pendeta atau para pekerja yang ada di dalam lingkungan Gereja tersebut. Ia atau mereka secara diam-diam mengambil uang persembahan, dana pembangunan gereja, perpuluhan jemaat, atau dana yang dikhususkan bagi kebutuhan jemaat.

Mungkin mereka awalnya takut, tetapi ketakutan itu kalah oleh keinginan (ingat bukan kebutuhan..) hidup. Sekali dilakukan berhasil, dua kali berhasil, bahkan sampai sudah tidak terhitung lagi seberapa sering ia/mereka melakukannya. Bahkan, ada gembala Gereja yang mengetahui praktik korupsi mengambil sikap seperti imam Eli, yakni cuek. Kalaupun menegur, orang yang diurapi Tuhan ini malah hanya menegur pelaku korupsi secara biasa.

Lalu bagaimana umat Tuhan harus bersikap terhadap orang-orang yang melakukan praktik korupsi di dalam gereja? Matius 18:15-17 bisa menjadi landasan kita mengambil sikap. Ditulis disana apabila ada seseorang dari antara jemaat ada yang melakukan dosa, tegorlah di bawah empat mata. Jika itu tetap tidak bisa, bawalah satu atau dua orang saksi untuk menegor ia atau mereka. Apabila tetap tidak bisa, bawalah para pelaku korupsi di dalam Gereja tersebut ke hadapan jemaat. Jika ini juga tidak berhasil, pandanglah ia atau mereka sebagai orang yang tidak mengenal Allah.

Korupsi bukanlah hanya musuh pemerintah, bukan juga musuh salah satu kelompok, tetapi musuh kita bersama. Gereja haruslah menjadi tempat pertama yang bersih dari praktik korupsi. Bila ini diterapkan dengan sungguh-sungguh, saya percaya bukan hanya jemaat yang akan diubah dan diberkati, tetapi satu bangsa juga akan mengalami transformasi dan diberkati. Pertanyaannya, Maukah kita melihat Indonesia mengalami transformasi dan diberkati Tuhan

Sumber : - Jawaban.com -

Sabtu, 04 Desember 2010

MUJIZAT PERNIKAHAN HARMONIS


Nats: Efesus 5:22-25
(Pdt. Dr. Sewie Elia Huang)

Alkitab dimulai dengan hidup nikah anak manusia dan diakhiri juga dengan pernikahan gereja Tuhan dengan Kristus merupakan suatu kiasan pernikahan kudus.
Tetapi karena Adam dan Hawa berbuat dosa karena tidak taat kepada perintah Tuhan, maka membawa akibat kepada keluarga dan keturunannya. Di dalam keluarganya terjadi ketidak harmonisan, antara Kain dan Habil. Kain membunuh Habil, dan seterusnya keluarga mereka tidak harmonis (Kejadian 1-3).
Kalau kita melihat seperti Amsal 3:16-18; Mazmur 133; Yesaya 29:11, maka jelas adalah kehendak Tuhan supaya hidup kita sekeluarga berbahagia, bahkan penuh segala kebahagiaan.
Tetapi Allah penuh kasih memberikan jalan keluar kepada umat manusia ciptaannya hendak memberikan pemulihan kepada setiap keluarga yaitu melalui YESUS KRISTUS.

A. Undang Yesus Kristus dalam Pernikahan Air Anggur Yang Tetap Manis (Yohanes 2:1-11)
Satu keluarga di kota Kana mengundang Yesus dalam pesta pernikahan (Yoh 2:1-11).
Umumnya pesta pernikahan dipersiapkan dengan matang, tetapi namanya manusia terbatas, saat pesta berlangsung kehabisan air anggur, seharusnya keluarga menjadi malu kepada tamu-tamu. Tetapi itu tidak terjadi, karena mengundang Tuhan Yesus Kristus dalam pesta pernikahan mereka. Ada Yesus ada mujizat dan ada kemanisan. Jadi air anggur tetap manis, bahkan tetap enak. Mewujudkan mengundang Tuhan Yesus adalah dengan mengadakan medsbah keluarga dimulai sejak awal pernikahan. Dan jadikan ini kebiasaan yang baik dan gaya hidup keluarga. Keluarga baru yang memulai dengan mengundang Tuhan Yesus, selalu ada kemanisan anggur yang baru. Tidak ada kebosanan dan selalu ada kebersamaan dan kerukunan sampai kakek nenek. Kehidupan medsbah keluarga di sini adalah persekutuan suami istri dari sejak menerima pemberkatan nikah dan dilakukan senantiasa tanpa putus-putusnya, sampai anak cucu. Medsbah keluarga terdiri dari kehidupan doa penyembahan, pujian syukur, doa syafaat dan perenungan serta memperkatakan Firman Tuhan. Idealnya memulai medsbah kelurga sebelum menjalani hari-hari kehidupan, memberikan yang sulung setiap hari kepada Tuhan.

B. Kodrat Kebutuhan Psychologis Laki-laki dan Perempuan (Efesus 5:22-25; Kolose 3:18-19)
Rasul Paulus menjelaskan mengenai keluarga yang harmonis, dengan memperhatikan kodrat kebutuhan laki-laki dan perempuan berbeda.
Rasul Paulus berkata tentang Suami adalah kepala keluarga dimana istri harus tunduk yang berarti menghormati dan menghargai suami, menunjukkan kebutuhan dasar dan kodrat kebutuhan suami adalah untuk dihormati dan dihargai.
Rasul Paulus berkata tentang Istri adalah tubuh dari suami di mana istri harus dikasihi, ini menunjukkan kebutuhan dasar dan kodrat kebutuhan istri adalah untuk dikasihi, diperhatikan dan disayangi.

Kalau kodrat kebutuhan dasariah suami istri ini diperhatikan, maka akan terwujud keluarga yang harmonis. Dengan terwujudnya keluarga yang harmonis, maka ada kerukunan, di sanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan selanma-lamanya (Mazmur 133). Kalau Tuhan sudah memerintahkan berkat, maka ini adalah otoritas Tuhan. Tuhan tetap memberkati dan mengangkat tinggi. Sekalipun ada yang iri dengki berusaha hendak menggangu, merusak, menghancurkan dan menggeser keluarga ini, baik pribadi, keluarga, usaha dan pekerjaannya, Tuhan jadi Pembela dan tetap akan mencurahkan berkat berlimpah, tidak ada seorangpun mampu untuk menghambat berkat Tuhan ini.

Suami sebagai kepala, berarti pemberi keputusan dalam keluarga, kesetiaan, mengayomi dan memperhatikan dengan penuh tanggung jawab. Tetapi suami perlu memperhatikan dengan menjadi kepala bukan berarti boleh bertindak sewenang-wenang memberi keputusan tanpa melibatkan istri, demikian juga sebaliknya, karena ia mempunyai kepala di atas yaitu Tuhan Yesus Kristus kepala jemaat. Istri diciptakan sebagai pendamping (kata yang tepat sesuai bahasa asli adalah pendamping bukan penolong, Kejadian 2:18), sebagai pendamping menunjukkan selalu bersama-sama di dalam menjalani hidup baik susah maupun senang, pendapat istri selalu harus mau di dengar dan dipertimbangkan. Keputusan suami harus selalu Firman Tuhan dengan demikian telah mewujudkan Tuhan Yesus Kristus adalah Kepala dalam keluarga seutuhnya yang merupakan kelompok kecil dalam jemaat. Istri tidak diijinkan mengambil keputusan dan melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan suami. Firman Tuhan berkata suami istri menjadi satu dan keduanya telanjang (Kejadian 2:24-25), menunjukkan adanya keterbukaan antara suami dan istri, tidak ada yang disembunyikan, suami atau istri tidak mengetahui, tidak ada sakit hati, kepahitan, kebencian, sehingga menimbulkan kecurigaan, saling mendiamkan. Ini menghalangi Tuhan menjawab doa dan memberkati (1 Petrus 3:1-7). Selalu ada saling pengertian, mengalah, kesabaran dan saling mengampuni, maka akan terwujud kebersamaan.

Kesimpulan
Kalau mau keluarga kita ada kehidupan Tuhan, maka undang Yesus senantiasa, dan bangun medsbah doa sejak awal pernikahan, jangan kalau sudah punya anak, nanti sudah sibuk dan untuk membangun kebiasaan doa bersama menjadi sulit. Mengambil keputusan sesuai dengan Firman Tuhan (Mazmur 119:105). Ada Yesus ada mujizat. Ada Yesus ada kasih mesra, ada Yesus ada anggur yang selalu baru. PUJI TUHAN.

Sumber - http://www.gpps.or.id/artikel-35-mujizat-pernikahan-harmonis.html

SEPASANG SEPADAN


SEPASANG SEPADAN
(Dari Tidak Baik Menjadi Baik)
(Bukan dari Tidak Baik Menjadi Semakin Buruk)
Nats: Kejadian 2:9
(Pdt. Dr. Sewie Elia Huang)

Kejadian 2:9 = Tidak baik kalau manusia itu seorang diri, maka aku menjadikan penolong baginya.
- Kata "penolong", sebenarnya lebih tepat adalah "pendamping"
- Tuhan sendiri berkata: "Tidak baik kalau manusia seorang diri�". Memang manusia itu mahluk social yang tidak bias hidup sendiri. Ia membutuhkan teman untuk berkomunikasi. Jadi umumnya mereka yang hidup sendirian dan mengasingkan diri, pasti akan membawa pengaruh bagi kejiwaannya. Umumnya akan mengalami masalah kejiwaan.
- Jadi adalah sangat ironis sekali kalau seseorang mendapat pasangan, tetapi semakin terpuruk dan ribut melulu.
- Tentunya Tuhan menghendaki pendamping di sini, menjadi pandamping yang saling melengkapi dan hidup di dalam kebersamaan.
- Sepadan berarti duduk samap rendah berdiri sama tinggi, tidak ada perbedaan.
- Kehendak Tuhan mendapat pasangan yang sepadan, sehingga dari tidak baik menjadi baik.

SEPASANG YANG BERBEDA
Sepasang sejoli untuk hidup bersama adalah sesuatu yang perlu digumulkan. Coba lihat sepasang anak manusia yang dibentuk dalam proses banyak tahun yang berbeda, akan membawa pribadi yang kental dengan karakter dan budaya masing-masing. Dan dalam pertemuan beberapa tahun pacaran, dan akan memasukki pernikahan tentunya harus bias menyatukan dua pribadi yang berbeda. SEbab itu ada pameo yang berkata untuk orang yang berpacaran: "Waktu pacaran buka mata lebar-lebar dan masuk pernikahan tutup mata alias merem"
Jadi setelah menikah harus menerima pasangannya apa adanya, jangan mengeluarkan kata-kata penyesalan.
Karena pernikahan Kristen menyatukan kedua pribadi yang berbeda. Dan apa yang telah dipersatukan, tidak dapat diceraikan. Allah membenci perceraian, kata membenci di sini bukan menunjukkan karakter yang buruk dari Allah, melainkan menunjukkan yang sangat tidak disukai oleh Allah.

DASAR PENYATUAN PERBEDAAN
- Kristus telah menyerahkan diri-Nya (efesus 5:26), menunjukkan pengorbanan diri-Nya yang di dasarkan KASIH.
- Perwujudan Kasih diajarkan dengan gamblang oleh Rasul Paulus di dalam 1 Korintus untuk hidup pasangan sejoli:
1 Korintus 13:4-8= 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Kasih itu sabar; sabar mau mengalah, kalau satu marah yang lainnya bisa mengalah, jangan tambah diukasih bensin tambah 'murup' � menyala.
2. kasih itu murah hati; menunjukkan sikap yang penuh pengampunan, suka memberi dan hati yang tepo seliro.
3. ia tidak cemburu: bukan pencemburu, suka curiga.
4. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong: menyombongkan statusnya, latar belakangnya; kekayaannya.
5. Ia tidak melakukan yang tidak sopan: tidak menempeleng, meludah, menghina, melecehkan.
6. dan tidak mencari keuntungan diri sendiri: egois.
7. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain: pendendam.
8. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
9. Ia menutupi segala sesuatu: tidak menjelekkan pasangannya di luar.
10. percaya segala sesuatu: tidak saling curiga.
11. mengharapkan segala sesuatu: tidak mudah putus asa, berharap masa depan yang baik, berharap kepada Tuhan.
12. sabar menanggung segala sesuatu: tahan banting, tidak mudah kecewa. Putus asa.
13. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap: Kasih itu kekal tidak akan habis, tidak akan dapat dikalahkan. Tidak akan bisa dihancurkan.

KOMITMEN KESEPAKATAN (Matius 18:18-22)
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
- Di sini menunjukkan betapa besar pengaruh kesepakatan
- Kesepakatan doa kemungkinan besar akan dikabulkan
- Ikatan di dunia akan membawa pengaruh ke alam roh
- Kelepasan di dunia akan membawa pengaruh ke alam roh.
- Kesepakatan ini akan membawa dampak kalau memiliki hati bersih, tidak menyimpan dendam sakit hati, melainkan ada hati yang mengampuni.

PERAN SUAMI ISTRI
- Tuhan sudah tetapkan Suami sebagai kepala. Apa jadinya kalau istri jadi kepala juga.
- Suami sebagai kepala bukan kemudian bol;eh sewenang-wenang, ia harus menyadari bahwa istrinya adalah pendamping yang harus juga didengar pendapat dan pandangannya.
- Istri diciptakan untuk mendampingi

PERHATIAN TERHADAP KEBUTUHAN DASAR PSYOCHOLOGIS
- Dari sononya secara kodrat kebutuhan dasar suami istri berbeda
- Suami sebagai kepala, maka kebutuhan dasarnya adalah dihormati dan dihargai dalam situasi apapun. Sebagai Kepala Keluarga yang mengambil keputusan di dalam Rum,ah Tangga. Tetapi harus sadar bahwa ada Kepala di atasnya lagi yaitu Kristus, jadi tidak boleh mengambil keputusan sewenang-wenang. Harus sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan Tuhan yaitu Firman Tuhan. Demikian juga sebelum mengambil keputusan harus dibicarakan juga dengan istri sebagai pendamping. Pendapat istri harus tetap bersumber dari Firman Tuhan.
- Istri sebagai tubuh dari Suami, maka kebutuhan dasarnya adalah untuk dikasihi, diperhatikan dan disayangi. Sebagai istri yang perlu diperhatikan dan dikasihi, maka juga tidak boleh sewenang-wenang dengan tuntutan yang tinggi di dalam kehidupan Rumah Tangga. 1 Petrus 3, menunjukkan agar istri jangan berhias dengan perhiasan yang indah2, melainkan mengenakan perhiasan manusia batiniah, yaitu kelakuan yang baik terhadap suaminya; supaya suami yang belum bertobat bisa melihat kelakuan istrinya yang baik, menjadi tersentuh dan bertobat.

KESIMPULAN
Dengan adanya sepasang yang sepadan, maka mewujudkan keluarga yang bahagia dan harmonis.

Sumber - http://www.gpps.or.id/artikel-34-sepasang-sepadan.html

Kamis, 04 November 2010

Mau tau resep pacaran anak Tuhan????


Bahan untuk DASAR

1 pak Kasih Kristus
1 mangkuk besar Firman Allah
1 pak Doa
Bahan untuk ISI
1 Pria dan 1 Wanita, pilih yaang benar-benar matang
1 gelas Kasih Sayang Murni (KSM)
2 sendok Komitmen
2 sendok Komunikasi
1 butir Kesamaan Visi
1 potong Restu Keluarga
Rasio dan Emosi secukupnya
Bahan untuk HIASAN/TOPING
Humor Segar,
Kegiatan Pelayanan, masing-masing dipotong kecil2.
Pergi Bareng secukupnya.
Telpon-telponan sesuai selera.


Cara Membuat

1. Untuk DASAR :
Kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang, tambahkan Firman ALLAH dan Doa, aduk sampai rata dan tidak lengket, sisihkan.

2. Untuk ISI :
Cuci bersih Pria dan Wanita, kupas, dan buang semua kotorannya. Rendam dalam KSM secara merata (bila Kasih Sayang sungguh-sungguh murni, akan mudah menyerap ke dalam).

3. Sesudah menyerap, lumatkan jadi satu sambil perlahan-lahan dicampur dengan Kesamaan Visi dan Restu Keluarga. Bubuhkan rasio dan emosi.

4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi, aduk rata.

5. Untuk TOPPING :

Campurkan semua
6. Siapkan mangkuk ceper/loyang. Alasi semua dindingnya dengan bahan dasar. Jangan tipis-tipis.

7. Ke dalamnya masukan bahan isi sampai penuh, taburi atasnya dengan campuran Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-telponan secara merata.

8. Panggang dengan api sedang sampai berwarna coklat keemasan dan harum. Siap disajikan hangat-hangat.

Saran Penyajian

Kue ini bisa dimakan kapan saja, asal tidak disajikan beku/dingin atau terlalu panas. Seandainya mulai terasa garing, tambahkan Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-Telponan. Lama persiapan kira-kira 3 bulan (tergantung kematangan pria dan wanita)

Lama masak kira-kira 1 bulan (tergantung Doa dan Firman Allah)

Daya Tahan

Lama. Percaya Deh!

Senin, 04 Januari 2010

CEMBURU

TENTANG CEMBURU.


Definisi :
-----------
Sebuah perasaan dalam hati tentang keraguan dan ketidaksenangan akan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Kecemburuan tidak hanya dalam hal cinta namun juga dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis-Jenis Cemburu :
--------------------------
1. Cemburu cinta : perasaan cemburu yang timbul karena orang yang kita cintai telah membagi cintanya.
Cemburu cinta dibagi 2 :
* Cemburu beralasan : perasaan cemburu yang memang didukung oleh fakta-fakta yang ada.
* Cemburu buta : perasaan cemburu yang membabi buta, meskipun tanpa didukung oleh fakta.

2. Cemburu sosial : perasaan cemburu yang timbul terhadap orang yang status sosialnya berbeda dengan kita.

3. Cemburu status : perasaan cemburu yang timbul terhadap seseorang karena perasaan iri hati. bisa
melanda orang-orang dekat bahkan orang-orang pelayanan.

Ciri-Ciri Orang Cemburu :
--------------------------------
1. Tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas.
2. Cenderung menyerang.
3. Selalu berbicara dari sudut negatifnya.
4. Cenderung memperhatikan berlebihan.
5. Cenderung emosinya meledak-ledak.

Bahaya dari Cemburu :
----------------------------
1. Cinta menjadi tawar.
2. Cenderung melakukan tindakan-tindakan destruktif.
3. Merasa diri yang paling benar.
4. Cenderung membalas dan menjatuhkan.
5. Tidak peka akan Tuhan.

Menghadapi Orang yang sedang Cemburu :
-----------------------------------------------------
1. Dengarkanlah !
2. Terimalah pandangan-pandangannya.
3. Tenangkan.
4. Beri penjelasan tanpa menyerang.
5. Ajak berpikir logis.

Pandangan Firman Tuhan tentang Cemburu :
------------------------------------------------------
1. Allah kita adalah Allah yang cemburu.
Kel. 20:5 ==> "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan Allahmu, adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dan orang-orang yang membenci Aku."
Kel. 34:14 ==> "Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada Allah lain karena Tuhan yang namaNya Cemburuan adalah Allah yang cemburu."

2. Tidak bisa orang percaya atau cemburu sembarangan.
Bil. 5:14 ==> "Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu sehingga ia menjadi cemburu terhadap istrinya dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu sehingga ia menjadi cemburu terhadap istrinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya."

3. Cemburu dapat menghancurkan.
Ams. 27:4 ==> "Panas hati kejam dan murka melanda tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?"

4. Cemburu terhadap orang yang diberkati Tuhan, mendatangkan hukuman Tuhan.
Maz. 106:15-18 ==> "DiberikanNya kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkanNya penyakit paru-paru diantara mereka. Mereka cemburu kepada Musa di perkemahan, dan kepada Harun, orang kudus Tuhan. Bumi terbuka dan menelan Datan, menutupi kumpulan Abiram. api menyala dikalangan mereka nyala api menghanguskan orang-orang fasik itu."

5. Dalam kasih tidak ada cemburu.
1 Kor. 13:4 ==> "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."

Mengalahkan Cemburu :
------------------------------
1. Belajarlah berfikir positif.
2. Janganlah menghakimi.
3. Usirlah iri hati.
4. Belajarlah mencari dan menggali fakta yang jelas.
5. Hiduplah dalam kasih.

Penutup :
-----------
Dunia menipu dengan berkata "CEMBURU ADALAH BUMBU CINTA", namun yang benar adalah "CEMBURU ADALAH RACUN CINTA". Buanglah rasa cemburu, hiduplah dalam kasih.

Diambil dari "Buku Pintar Konseling Pacaran"
by Gilbert & Reinda Lumoindong hal 21-25

Sabtu, 17 Oktober 2009

PEMENANG Vs PECUNDANG

Pemenang Vs Pecundang

pemenang selalu jadi bagian dari jawaban,
pecundang selalu jadi bagian dari masalah,

pemenang selalu punya program,
pecundang selalu hanya punya bayang-bayang,

pemenang selalu berkata,"Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda"
pecundang slalu berkata,"Itu bukan pekerjaan saya";

Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;
pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata;"itu memang sulit,tapi kemungkinan bisa";
pecundang selalu berkata,"Itu mungkin bisa,tapi terlalu sulit."

Saat pemenang melakukan kesalahan,dia berkata,"saya salah"
Saat pecundang melakukan kesalahan,dia berkata,"itu bukan salah saya"

pemenang membuat komitmen-komitmen,
pecundang membuat janji-janji,

pemenang punya impian-impian;
pecundang punya tipu muslihat;

pemenang berkata,"Saya harus melakukan sesuatu"
pecundang berkata,"Harus ada yang dilakukan"

pemenang adalah bagian dari tim
pecundang melepaskan diri dari tim

pemenang melihat keuntungan
pecundang melihat kesusahan

pemenang melihat kemungkinan kemungkinan
pecundang melihat permasalahan

pemenang percaya pada menang-menang(win-win)
Pecundang percaya,mereka yang harus menang dan orang lain yang harus kalah

pemenang melihat potensi
pecundang melihat yang sudah lewat

pemenang seperti thermostat
pecundang seperti thermometer

pemenang memilih apa yang mereka katakan
pecundang mengatakan apa yang mereka pilih

pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata-kata yang lembut,
pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata-kata yang keras,

pemenang selalu berpegang teguh pada nilai-nilai
tapi bersedia berkompromi pada hal-hal yang remeh
Pecundang bersikeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nilai-nilai.

Pemenang menganut filosofi empati;
"Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda"
Pecundang menganut filosofi
"Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda"

Pemenang membuat sesuatu terjadi,
pecundang membiarkan sesuatu terjadi

Para pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri,lalu memulai tindakan untuk menang.
Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang.

UCAPAN BAHAGIA IBLIS

Jika si Iblis menulis ucapan bahagianya, maka bunyinya mungkin akan seperti ini:

Berbahagialah orang yang terlalu capek dan sibuk sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu satu jam saja dengan TUHAN. Mereka adalah rekan kerjaku yang paling hebat.

Berbahagialah orang yang menunggu ditegur dan mengharapkan pujian. Aku bisa memperalat mereka.

Berbahagialah mereka yang terlalu sensitif. Dengan sedikit sentilan saja, mereka pasti tidak mau lagi bekerja dengan semangat. Mereka ini adalah ‘fans-ku’.

Berbahagialah mereka pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.

Berbahagialah orang tukang mengeluh. Aku senang mendengarkan mereka.

Berbahagialah mereka yang sudah bosan dengan gaya dan kekeliruan bossnya, karena mereka tidak mendapat apa-apa dari pekerjaannya.

Berbahagialah setiap karyawan yang berharap dibujuk-bujuk untuk disiplin kerja, orang seperti ini hanya menambah masalah baru.

Berbahagialah mereka yang suka gossip, karena mereka akan menimbukan pertengkaran dan perpecahan. Ini sungguh menyenangkan saya.

Berbahagialah mereka yang gampang tersinggung, karena mereaka akan cepat marah dan pindah pekerjaan lain.

Berbahagialah mereka yang egois dan mementingkan diri sendiri, mereka penolong saya.

Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi membenci saudaranya karena mereka akan bersama saya selamanya.

Berbahagialah anda yang membaca tulisan ini dan meresa ini cocok untuk orang lain dan bukan diri sendiri. Anda sudah dalam tangan saya!
Ps David O.S Hardjawinata --- GEMBALA JEMAAT GPPS ABANA TENGGARONG - Kalimantan Timur - Twitter @DavidOktavianuz