Alkitab Hari Ini

Jumat, 11 Desember 2009

Buah Iman Dari Paulo Uchibori & Anak2nya

"Misionaris Jepang"
Pada tanggal 20.Febuari.1627 pemimpin gereja bernama Paulo Uchibori, isterinya dan ketiga anaknya di tahan karena menampung para misionaris. Pada hari itu Paulo dan 37 orang Kristen lainnya di pukuli, diarak telanjang melalui pusat kota dan dipenjarakan di Istana Shimabara. Pada keesokan harinya, Orang2 kristen tersebut dianiaya. Pemerintah tidak berkeinginan menjadikan mereka martir, tetapi mereka mengunakan cara2 terkeji utk memaksa orang2 kristen yg menyangkal iman mereka. salah satu perajurit mengusik Paulo ketika ia memegang sebilah pisau, dan berkata "Berapa banyak jari anak2mu yang harus kami ambil..??" Paulo menjawab "Semua terserah padamu." Para prajurit memotong semua jari anak2 Paulo kecuali jempol dan kelingking mereka, dengan berkata orang2 Kristen seharusnya mempunyai jari lebih sedikit dari bintang. Dua anak tertua Paulo, Antonio dan Barutabazaru merelakan jari2 mereka kepada para prajurit tersebut, tanpa menangis atau menunjukkan kesakitan. Anak Paulo yg bungsu, Ignatius, berumur lima tahun. Ia juga tidak menunjukkan rasa sakit saat jari2 tangannya dipotong. Ia mengangkat tangannya yang berlumuran darah ke langit, dan mempersembahkannya kepada Allah. Mereka yang melihat terkejut dengan apa yang mereka saksikan dan hati mereka terjamah oleh keberanian anak2 itu. Lalu para prajurit mengikat tangan dan kaki ke 16 tahanan tersebut termasuk anak2 Paulo dan melemparkan mereka berkali2 ke dalam air es yang sangat dingin di teluk Shimabara. Walaupun begitu orang2 tersebut tidak menyangkal iman mereka. Kata2 terakhir Antonio sebelum ia hilang di telan laut adalah, "Ayah,kita harus bersyukur kepada Allah karena memberikan kita berkat luar biasa seperti ini." Setelah anak2nya ditenggelamkan, wajah Paulo di cap dengan tiga huruf jepang dari kata "Kristen." Ia dilemparkan ke jalan2 dengan tulisan di baju kimononya yang terbaca, "Dihukkum karena menjadi Kristen. Dilarang menolong orang ini atau memberinya perlindungan." Seminggu setelah kematian martir anak2nya, Paulo dibawa ke atas gunung Unzen dengan ke 15 orang Kristen lainnya untuk merasakan "siksaan di dalam neraka kawah Unzen." Paulo di gantung terbalik dan diturunkan di atas permukaan air sulfur yang mendidih berkali2. Ia berdoa dengan suara keras setiap kali, ia menyadari bahwa ia adalah bagian dari Tubuh Kristus, "Perjamuan Suci harus disucikan." Akhirnya, tubuhnya dilemparkan ke dalam kawah mendidih yg menguap dan akhirnya Mati demi Kristus

Kapan giliran kita...???

GBU
Ps David O.S Hardjawinata --- GEMBALA JEMAAT GPPS ABANA TENGGARONG - Kalimantan Timur - Twitter @DavidOktavianuz