Alkitab Hari Ini

Jumat, 18 Februari 2011

JANGAN BERNAZAR / BERJANJI JIKA ENGKAU TIDAK BISA MENEPATI


Pengkhotbah 5:3-4 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.

Saya ingin membagikan kesaksian singkat saya semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat untuk sahabatku semua dan kiranya bisa menjadi pelajaran buat sahabat semua bahwa jangan kita berjanji / bernazar kepada Allah atau kepada Hamba Tuhan jika memang kita tdk bisa menepati semua janji / nazar kita.

Kejadian ini sekitar awal tahun 2001 dimana saya masih menuntut ilmu di sebuah sekolah Alkitab yg ada di kota surabaya, suatu hari saya bertemu dengan seorang wanita yang cantik, pintar, rendah hati dan cinta Tuhan. Singkat cerita kami berkenalan dan berpacaran, suatu hari saya berkata dalam hati saya, saya berjanji kepada Tuhan “JIKA TUHAN IJINKAN SAYA MENIKAH DENGAN WANITA INI, IJINKAN SAYA MELAYANI TUHAN DI KALIMANTAN”. Ini adalah janji saya, ini adalah nazar saya sama Tuhan. Karena memang ketika itu saya sangat ingin melayani di satu kota yg ada di kalimantan karena saya merasa tertantang dengan kuasa gelap, penyembahan berhala yang masih merajalela di daerah ini.

Singkat cerita dengan perjuangan yang panjang menjalani hubungan jarak jauh selama 2 tahun karena kita di tempatkan di kota yang sangat berjauhan, terakhir saya di bekasi karena tidak mendapatkan pelayanan di kota asal saya, akhirnya saya putuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan korea di bidang pengiriman barang, pekerjaannya ringan dan mendapat gaji yang lumayan untuk ukuran kota jakarta, karena pada saat itu saya di gaji mengunakan dollar dan semua kebutuhan hidup dari biaya kendaraan, uang bensin, uang pulsa, uang makan semua di jamin oleh perusahaan dan bekerja hanya dari jam 2 siang sampai jam 6 sore. Sedangkan wanita yang saya cintai itu ada di bitung dan terakhir dia kembali ke kalimantan di daerah asalnya.

Tepat pada tgl 5 febuari 2003 kami berdua memutuskan untuk menikah, saya dengan papa (almarhum) dan mama (Sekarang masih di bekasi) saya pergi kekalimantan untuk melamar dan menikah di satu kota yang bernama Tenggarong – Kalimantan Timur. Setelah resepsi pernikahan saya mengajak mantan pacar saya yg sudah menjadi istri saya secara sah untuk kembali ke jakarta karena saya tidak bisa berlama-lama sebab pekerjaan saya menunggu. Singkat cerita kami menjalani hidup normal seperti keluarga lainnya.

Karena pekerjaan saya di mulai dari jam 2 siang, saya mulai mencari pekerjaan lain (ini awal kehancuran hidup saya) kebetulan ada seorang paman saya / Om saya (adik dari mama) yang kebetulan buka bengkel motor di dekat tempat kami tinggal, akhirnya saya putuskan untuk membantu bekerja di bengkel tersebut untuk mandapat penghasilan tambahan. Saya dari jam 8 pagi bekerja di bengkel sampai jam 1 siang dan bersiap-siap untuk pekerjaan saya selanjuntya dari jam 2 sampai jam 6 sore. Luar biasa semua kemudahan saya dapatkan, karena badan saya yang cukup ideal untuk menjadi seorang joki (julukan untuk seorang pembalap) saya mulai coba-caba untuk menjadi joki balap liar yang biasa kami lakukan setiap malam minggu di jalan kemayoran – jakarta, hari-hari saya lalui dan saya semakin mahir dalam dunia joki balap liar, suatu malam Tuhan hajar saya dengan sebuah tamparan yang lumayan keras menurut saya terjadi sebuah kecelakan yang luar biasa, saya terjatuh dari motor yang saya kendarai dan badan saya saat itu penuh luka dari tangan sampai kaki luka dimana-mana dan yang paling parah dokter berkata bahwa pembuluh darah yang ada di kaki saya pecah. Setelah saya mendapat perawatan yang sangat insntif dari pihak rumah sakit dan para dokter, saya pun di ijinkan untuk pulang kerumah dengan luka 85% di sekujur tubuh tetapi puji Tuhan muka saya tidak satu pun tergores.

Lebih dari satu bulan saya Tuhan ijinkan tidak bisa bangun dari tempat tidur, karena luka saya yang sangat sakit dengan borok yang begitu banyak mungkin jika di gambarkan badan saya saat itu sama seperti kulit tepung ayam kentaky, saya gak bisa bergerak sama sekali, kalau bergerak sedikit semua borok yang sudah kering itu terasah terkelupas dan sakitnya bukan main, luka borok yang mengering di sekujur tubuh terasa sangat sakit. Wau sakit yang harus saya rasakan !!! setiap malam saya harus menangis kesakitan karena luka-luka yang sudah mulai mengering itu. Bergerak sedikit salah tidak bergerak badan pegel semua, duh pokoknya serba salah dech hidup pada saat itu, tapi saya tetap bersyukur karena Tuhan berikan seorang istri yang sangat luar biasa yang mau merawat, menjagai dan menerima semua kelakuan dan tingkah laku saya selama ini yang mengecewakan hatinya terlebih mengecewakan hati Tuhan Yesus. Dan dari itu semua pekerjaan saya hilang semua karena tidak mungkin saya tidak masuk kerja dalam waktu yang sangat lama.

Satu bulan lebih tidak bisa bangun dari tempat tidur dan di bulan berikutnya papa saya tersayang memberikan hadiah sepasang tongkat untuk saya dan puji Tuhan dengan tongkat itu saya bisa belajar untuk menatah hidup saya kembali, Trima kasih papa !!! Walaupun saat ini papa sudah kembali kepada Bapa di Surga, aku sangat bangga dengan semua palayanan papa selama ini, engkau melayani Tuhan tanpa mengharapkan sesuatu, Wau engkau luar biasa Dad, I Love you forever Dad, hampir lebih dari satu bulan saya harus menjalani hidup-hidup saya dengan mengunakan tongkat, dari hari kehari saya mengalami pemulihan dalam hidupku tetapi saya masih mengeraskan hati dan seakan – akan lupa dengan janji / nazar ku selama ini dengan Tuhan dan saya belum memutuskan untuk kembali ke pelayanan.

Suatu ketika panggilan Tuhan itu semakin nyata dalam hidup saya dan kembali beberapa hamba Tuhan untuk mengajak kami untuk melayani di satu kota yang ada di daerah kalimantan timur, setelah saya mendapat tawaran itu saya dan istri saya tercinta berdoa jika Tuhan ijinkan saya kembali melayaniMu berikan kemudahan dalam proses perjalanan ke tempat pelayanan, kami butuh tiket, kami butuh dana untuk bisa kesana ketika saya berkata seperti itu di situ Tuhan ingatkan kembali dengan sebuah prinsip hidup yang di ajarkan ke kami yaitu HIDUP dengan IMAN. Akhirnya tepat bulan november 2003 kami putuskan untuk ke kalimantan timur dan mengenapi semua janji Tuhan dalam hidup kami di dalam melayani pekerjaan Tuhan di kalimantan timur. Dan sampai hari ini kami sekeluarga menikmati indahnya HIDUP dengan IMAN

Ini mungkin kesaksian yang sangat sederhana, tapi melalui kesaksian saya ini, saya ingin kita sama-sama belajar untuk tidak mudah berjanji kepada hamba Tuhan terlebih dengan Tuhan karena itu pengkotbah menasehati kita di dalam Pengkhotbah 5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. Tidak ada kebahagiaan yang indah ketika engkau di dunia ini semuanya semu tetapi di dalam Tuhan maka engkau akan melihat dan merasakan kebahagiaan yang sesuanggunya. Apapun pesona dunia ini bs kita beli, Bahkan pekerjaan dengan mudah bisa diraih, Tapi Tidak ada seorangpun yang dapat membeli kasih Tuhan dan dapat menjadi seorang sahabat yang rela memberikan nyawaNya untuk mati di atas kayu salib bagi kita.

Percaya ada Rencana indah dan luar biasa yg Dia siapkan dalam hidupmu saat ini. Kesedihan yang engkau rasakan saat ini sama seperti yang Yesus rasakan ketika engkau jauh dari Tuhan, saat engkau tidak menepati janjimu, saat engkau meninggalkanNya. Dan ingatlah akan janji Tuhan “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11

"Ingatlah kasih karunia Yesus dalam segala aspek sepanjang hidupmu dan jangan pernah kecewakan Dia dengan semua janji-janji manismu".

Jika hari ini saya bisa melayani Tuhan itu semua bukan karena kemampuan dan kekuatan saya tetapi semua berkat dan kasih kemurahan Allah dalam hidup saya dan biarlah segala pujian dan syukur kita hanya bagi Tuhan kita di dlm nama Tuhan Yesus Kristus, saya bukan siapa-siapa saya hanya seorang hamba yg berusaha menyenangkan hati-Nya melalui pelayanan dan melalui kesaksian sederhana ini

Tuhan Memberkati

Ps David O.S Hardjawinata --- GEMBALA JEMAAT GPPS ABANA TENGGARONG - Kalimantan Timur - Twitter @DavidOktavianuz